AXE House • Detail | Article

Namaaz: What You See Isn't What You Get

Sepenggal kalimat yang mengatakan bahwa apa yang lo lihat, nggak berarti sama dengan yang lo rasa atau dapatkan. Itulah konsep restoran molecular gastronomy pertama di Indonesia, Namaaz. Nggak seperti restoran kebanyakan yang menyediakan menu sesuai dengan pesanan, Namaaz mencoba mendobrak tradisi dengan memberikan sesuatu yang lain, yang akan membuat sang pemesan menu terkejut.

Mudahnya begini, Bro. Ketika menu Rujak Semangka datang, yang disajikan adalah sepotong daging di atas piring. Tapi jangan marah dan membanting pesanan lo dulu. Cicipi dulu, apakah pesanan lo sudah benar atau belum?

Nggak cuma menu Rujak Semangka saja yang dipelintir dengan hebatnya oleh para koki di Namaaz. Beberapa menu lain yang bisa bikin lo terkejut adalah Pempek Kapal Selam yang lebih mirip segelas cocktail, Manisan Cianjur yang lebih mirip masakan Perancis, atau Hidangan Pencuci Mulut yang benar-benar berbentuk seperti sabun serta busanya. Ih aneh banget… Eits, tapi begitu dirasa, maka lo akan tahu maksud dari “What you see isn’t what you get” tadi.

Satu lagi menu yang bikin lo terkejut. Menunya mirip dengan yang biasa ditemukan di warung jamu tradisional. Sebutir telur mentah yang sudah dibuka cangkangnya dengan beberapa pil di sampingnya. Begitu dirasa, itu adalah minuman dengan rasa buah-buahan dan pil yang dimaksud adalah permen soda. Yang lebih lucu lagi, ada Sate Lilit dengan bentuk seperti Es Krim Batangan. Bahkan di Namaaz, lilin yang menyala pun juga bisa dimakan.

Adalah Chef Andrian Ishak yang punya segudang ide untuk menyajikan menu yang “tidak sesuai” dengan pesanan para pengunjung restoran.  Tapi. Itulah restoran molecular gastronomy. Di luar negeri, ada restoran sejenis yang menyediakan menu-menu molecular gastronomy dengan bentuk yang benar-benar nggak dikenali lagi. Entah itu makanan atau bebatuan luar angkasa.

Penasaran untuk mencobanya? Langsung saja ke Namaaz Dining di Jalan Gunawarman 42, Jakarta. Ada satu hal yang belum dicoba sama Chef Andrian, bisakah dia membuat sebotol parfum AXE Black dengan rasa cokelat yang kalem?

Loading…