AXE House • Detail | Article

Musik Reggae di Indonesia, dari Anak Pantai Sampai Denny Frust

Apa yang terlintas di pikiran lo kalo mendengar kata “music reggae”? Jawabannya kemungkinan berkisar antara “Bob Marley”, “gimbal”, atau “musik ska”. Tentu reggae tidak hanya berkisar tiga kata itu. AXE akan membahas mengenai timeline sejarah reggae, termasuk perkembangannya di Indonesia.

1945: Bob Marley Lahir

Siapa yang tidak kenal dengan Bob Marley. (Foto: Shutterstock)

Bernama asli Robert Nesta Marley, musisi asal Jamaika ini berperan penting dalam mempopulerkan musik reggae hingga mendunia. Hal ini termasuk melahirkan music anthem “No Woman No Cry” bagi musisi reggae sejagad raya.

1967: Lahirnya Reggae
Mungkin tidak ada yang menyangka, genre musik yang berdasarkan pada gaya ritmis yang bercirikan aksen off-beat ini bakal disukai banyak orang. Lagu dari The Pioneers, yaitu "Long Shot (Bus Me Bet)", diidentifikasi sebagai rekaman paling awal dari genre ini.

1970: Awal Masa Keemasan Reggae
Genre ini semakin dikenal di berbagai belahan dunia. Hal ini ditandai dengan meroketnya musisi-musisi reggae, seperti Bob Marley dan Jimmy Cliff.

1986: Reggae ke Indonesia
Tahun ini disebut sebagai tahun awal reggae mulai mewarnai dunia musik Tanah Air. Di era ini, muncul beberapa band, seperti Black Brothers dari Papua dan Asian Roots.

1989: Awal Kiprah Tony Q
Nama Tony Q menjadi salah satu legenda perkembangan reggae di Indonesia. Pada 1989, ia mulai mengawali karier musik reggae. Pada 1994, ia membentuk Rastafara, band reggae yang cukup menggema namanya di dunia reggae nasional.

1994: Imanez Meluncurkan “Anak Pantai”
Lagu “Anak Pantai” begitu populer saat itu. Lirik yang unik dan gaya reggae bisa menjadi pembeda di saat tema cinta dan band rock menjamur saat itu. Sayang, Imanez meninggal dunia pada 2004 di usia muda, yaitu 37 tahun. 

Awal 2000: Booming Band Reggae
Era munculnya band-band reggae modern seperti Shaggy Dog, Steven & Coconut Treez, hingga Souljah. Shaggy Dog menyebut musiknya merupakan perpaduan genre reggae, ska, swing dan rock. Sementara  pada 2006, Steven & Coconut Treez melahirkan single populer “Welcome To My Paradise”.

2005: Kiprah Ras Muhamad di AS

(Foto: Wikipedia/54Irviene)
Ras Muhamad, musisi keturunan Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat meluncurkan album “Declaration of Truth” dan cukup mendapat sambutan di AS maupun Indonesia.

2009: Lagu “Tak Gendong” Populer
Musisi Mbah Surip menarik perhatian lewat lagu “Tak Gendong”. Lagu ini begitu catchy, sehingga dari orang dewasa hingga anak kecil menyanyikannya di mana-mana.

2015: Bali Star Reggae Festival Digelar

Salah satu perhelatan musik reggae terbesar di Indonesia. (Foto: Shutterstock)

Perhelatan musik reggae yang cukup besar dan serius ini akhirnya digelar. Menampilkan musisi lokal dan mancanegara, festival ini terus digelar setiap tahunnya hingga 2018.

2018: Kiprah Denny Frust
Indonesia tidak pernah kehabisan musisi reggae. Berawal dari menjadi vokalis band Monkey Boots, Denny kemudian menghasilkan single solo dan tampil di berbagai gig nasional dan luar negeri.
 
Semoga musik reggae di Tanah Air terus berkembang ya, jadi lo tetap punya banyak pilihan mendengarkan banyak genre music. Jadi, playlist di ponsel lo tidak itu-itu terus.
 

Loading…