AXE House • Detail | Article

7 Stereotypes Tentang Cowok yang Udah Nggak Berlaku

7 Stereotypes Tentang Cowok yang Udah Nggak Berlaku
Hey, enggak cuma cewek yang dihantui oleh stereotypes yang menganggu dan menyiksa. Cowok pun punya banyak stereotypes tentang gimana caranya jadi maskulin sesuai dengan standar lingkungan masyarakat sekarang, tapi di dunia yang udah sangat terbuka dan progresif ini, rasanya stereotypes ini enggak perlu lo dengerin lagi karena cuma akan jadi batasan untuk lo melebarkan sayap.
Sedikit warning aja, kalau pemikiran lo belum terbuka dan masih percaya sama stereotypes-stereotypes ini, berarti besar kemungkinannya lo adalah tipe cowo seperti ini dan lo enggak bisa baca artikel ini, sorry. Jadi coba dibaca dulu artikel sebelumnya buat make sure, kalau lo enggak ngerasa se-rese itu, baru lanjut baca tulisan dibawah ini.
1. Boys Don’t Cry  
Ini adalah salah satu stereotype yang paling klasik. Cowok enggak boleh nangis, kalau nangis lo bakal dianggap cengeng, lemah, dan enggak manly sama sekali, but you know what? Emang kenapa kalo cowok nangis? Setiap cowok punya sensitifitas dan ekspresi emosinya yang berbeda-beda. Kadang kalau lo udah sampe di titik terendah hidup lo dengan tekanan dari berbagai masalah, nangis adalah cara yang lebih sehat dan aman daripada depresi atau bahkan punya tendesi untuk bunuh diri.


2. Fashionable = Gay Stereotype lain yang memuakkan. Gini, lo punya selera fashion yang lebih bagus dari kebanyakan cowok dan tentunya dengan begitu lo mengekspresikan diri sebagai cowok yang modis. Gaya lo dapper dan dandy, tapi tiba-tiba ada aja yang nyinyir dan bilang kalo cowok yang modis itu gay. Padahal tampil presentable dan jaga penampilan fisik udah jadi kewajiban di lingkungan yang makin kompetitif. Tampil keren dan modis bisa jadi daya tarik sendiri so enggak usah dengerin komentar-komentar negatif.

3. Cowok Harus Suka Olahraga Kalaupun enggak bisa main, minimal harus ngerti kalau diajak ngomong tentang olahraga which is absurd. Tiap orang punya kesukaan dan ketertarikannya masing-masing sama satu bidang dan kalau seorang cowok enggak tertarik ke dunia olahraga harusnya bukan jadi masalah besar. Ya, tapi kenyatannya masih aja cowok yang enggak suka olahraga dipandang aneh dan culun. Padahal mungkin mereka lagi bener-bener serius ngejalanin hobi kesukaannya kayak fotografi, teknologi, atau science.  

4. Cowok Jangan Sering Curhat
Enggak usah dengerin lagi anggapan kalau cowok yang suka curhat dan ceritain masalahnya itu lembek dan lemah. Daripada mendam masalah lo yang ujung-ujungnya hanya akan numpuk dan pada satu titik bisa meledak, cerita ke keluarga atau teman terdekat yang lo percaya tentang masalah lo akan sangat membantu dan enggak membuat lo kelihatan less manly kok! Justru cowok yang banyak masalah dan nyelesainnya dengan emosi dan otot yang jangan ditiru.  

5. Kalau Ada Masalah Sama Orang Lain, Ajak Berantem
Masih tentang pengelolaan emosi dan penyelesaian masalah, masih banyak cowok yang dikit-dikit kalau ada masalah ngajak ribut dan nyelesain semuanya dengan otot dan duel fisik. Itu juga jadi salah satu stereotype kalo cowok biasanya nyelesain masalah dengan berantem. Cowok rasional yang enggak mau buang-buang energi buat berantem biasanya dianggap cupu, penakut, dan lemah. Lagu lama. Kalau ada masalah selesain pakai otak dan argumen yang rasional. Nyelesain konflik pakai emosi itu cuma buang-buang waktu, energi, dan belum lagi bonyoknya.

6. Standar Pekerjaan Yang ‘Manly’
Di lingkungan kita masih sering kedengeran soal gimana profesi-profesi seperti insinyur, polisi, tentara dan atlet dilihat lebih manly karena stereotype yang ada. Sementara kalau ada cowok yang punya passion di bidang-bidang seperti fashion, tari, public relations, modelling, chef, mereka dianggap kurang maskulin. Kembali lagi, buat kita laki-laki sejati adalah laki-laki yang berani dan berusaha buat ngeraih cita-cita yang sesuai passion-nya, so bear that in mind, hargai mereka dan hargai diri lo.  


7. Kurang Laki Kalau Selfie
Kalau ganggu dan enggak tahu tempat memang ngeselin juga, tapi enggak ada salahnya kok kalau lo suka selfie. Enggak usah dengerin berbagai nyinyir negatif kayak sebutan cowok narsis, cowok lebay, atau lakinya kurang. Mengabadikan segala momen yang lo lewatin mungkin jadi salah satu kesukaan dan kebiasaan yang enggak seharusnya lo tinggalin cuma karena omongan orang lain.  

Dari segala stereotypes yang perlu lo lupakan ini, satu hal yang bisa disimpulkan adalah do whatever you like and just be true to yourself. Selama itu positif, selama itu enggak merugikan orang lain, membuat lo senang, dan sesuai passion lo, why not? It is not about them, but it is about YOU. Layaknya AXE YOU, fragrance terbaru AXE dengan wangi yang bisa ngebangkitin passion lo. Cocok buat segala aktivitas harian, AXE YOU adalah bodyspray yang lebih mengerti seberapa uniknya lo, daripada orang-orang yang memandang lo sebelah mata karena enggak sesuai dengan standar maskulinitas di masyarakat.

Loading…